October 17, 2021

Situs Taruhan Online Terpercaya

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Pembangunan 3 Rusunawa MBR di Jawa Timur Rampung Desember 2020

Pembangunan 3 Rusunawa MBR di Jawa Timur Rampung Desember 2020

Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Balai Eksekutor Pengadaan Perumahan Jawa IV tengah membuat rumah atur sewa (rusunawa) untuk Warga Berpendapatan Rendah (MBR) di Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, sekitar 2 tower dibuat di Kota Surabaya. Sesaat satu rusunawa yang lain dibikin di Kota Madiun.

“Ada 3 Rusun yang dibuat pada tahun ini, yaitu Rusunawa MBR Menanggal serta Rusunawa MBR Tambak Wedi di Surabaya, dan satu Rusunawa di Madiun,” kata Khalawi dalam info tercatat, Sabtu (7/11/2020).

Khalawi menjelaskan, Rusunawa MBR Menanggal serta Tambak wedi yang sekarang ini dibuat mempunyai ketinggian 4 lantai serta type tempat tinggal kamar 36. Keseluruhan kamar yang dipunyai semasing rusun sejumlah 60 unit dengan kemampuan 240 orang.

Sesaat satu rusunawa MBR di Kota Madiun mempunyai ketinggian 3 lantai dengan keseluruhan 44 unit serta memiliki 176 orang.

Sepanjang proses pembuatan, Khalawi minta faksi kontraktor eksekutor untuk jaga kualitas serta kualitas pekerjaan pembangunan rusunawa MBR. Ia memberi pesan supaya beberapa karyawan terus mempertahankan kesehatan sama prosedur kesehatan dalam usaha penjagaan penebaran virus Covid-19 harus lagi dikerjakan.

“Jika ada yang berasa sakit selekasnya istirahat serta berobat, waktu bekerja menjaga keadaan, gunakan masker serta membersihkan tangan,” tambah Khalawi.

Rusunawa MBR itu diperkirakan usai akhir Desember 2020 dengan perkembangan sekarang ini capai 45 %. Keseluruhan bujet yang disiapkan untuk membuat ke-3 rusunawa tower ini capai Rp 59 miliar.

Dinas Perumahan Rakyat serta Permukiman (PRKP) DKI Jakarta mulai membuat 10 rusunawa baru pada 2020.

Eksekutor Pekerjaan (Plt) Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta, Sarjoko menjelaskan, proses pembangunan masih di bawah 10 %. Karena, lanjut ia, pembangunan beberapa rusun baru diawali di awal tahun ini. Pembangunan dikerjakan dengan memakai pola multiyears.

“Pembangunan rusunawa baru perkembangannya masih di bawah sepuluh %, sebab realisasinya ada yang baru pada awal 2020. Kontraknya ada yang beberapa di Desember 2019, bekasnya awalnya 2020,” kata Sarjoko berdasar info tercatatnya, Rabu 19 Agustus 2020 malam.

Sepuluh rusun yang akan dibuat yaitu Rusunawa PIK Pulogadung, Rusunawa Jalan Peninjauan BKT Ujung Menteng, Rusunawa Karang Baru, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Penjaringan, Rusunawa Padat Kreasi, Rusunawa Cipinang Besar Utara, Rusunawa Pulo Jahe, Rusunawa Kelapa Gading Timur, serta Rusunawa PIK Pulogadung Step II.

Sarjoko menjelaskan, 10 rusunawa itu mempunyai 5.835 unit tempat tinggal.

Keseluruhan nilai kontrak pembangunan 10 rusunawa, untuk fisik, sejumlah Rp 2,2 triliun.

Sasarannya, pembangunan sepuluh rusunawa itu dapat selesai pada 2021. Tetapi, jika rupanya bujetnya tidak ada di tahun ini, dia memprediksi pembangunan rusunawa ini baru usai 2022.

“Peluang kelak akan kita penilaian berkaitan dengan multiyears-nya. Ini menimbang tersedianya bujet. Jika benar-benar tidak dapat dituntaskan 2021, ya akan di-extend 2022 sebab pada 2019 itu tidak ada realisasi,” pungkas Sarjoko.

Sarjoko memperjelas, bila rusunawa ini telah selesai, cuman masyarakat DKI Jakarta yang berpendapatan rendah yang dapat tempati rusunawa itu. Pada intinya, katanya, pembangunan rusunawa ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR).

Oleh karenanya, ongkos sewa yang diputuskan termasuk murah.

“Rusunawa yang dibuat ini ditujukan untuk masyarakat DKI Jakarta yang berpendapatan rendah,” sebut Sarjoko.

Fasilitas serta prasarana di sepuluh rusunawa yang lagi dibuat ini sama dengan rusunawa biasanya. Akan sama standard keperluan berada tinggal yang pantas, sehat, nyaman dan aman. Disamping itu, keinginannya rusunawa itu dapat memberikan dukungan penyelenggaraan serta peningkatan kehidupan sosial, budaya atau ekonomi.

Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) lagi percepat pembangunan sarana pengamatan, penampungan, serta karantina untuk pengaturan infeksi penyakit menyebar, terutamanya virus corona Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Waktu in…

error: Content is protected !!